CIKGU AINA

CIKGU AINA

MINGGU 4

BAHAN SASTERA
CERPEN
Sahabat Sejati
Oleh Suhartono
Betapa enak menjadi orang kaya. Semua serba ada. Segala keinginan terpenuhi. Karena semua tersedia. Seperti Iwan. Ia anak konglomerat. Berangkat dan pulang sekolah selalu diantar mobil mewah dengan supir pribadi.
Meskipun demikian ia tidaklah sombong. Juga sikap orang tuanya. Mereka sangat ramah. Mereka tidak pilih-pilih dalam soal bergaul. Seperti pada kawan kawan Iwan yang datang ke rumahnya. Mereka menyambut seolah keluarga. Sehingga kawan-kawan banyak yang betah kalau main di rumah Iwan.
Iwan sebenarnya mempunyai sahabat setia. Namanya Momon. Rumahnya masih satu kelurahan dengan rumah Iwan. Hanya beda RT. Namun, sudah hampir dua minggu Momon tidak main ke rumah Iwan.
“Ke mana, ya,Ma, Momon. Lama tidak muncul. Biasanya tiap hari ia tidak pernah absen. Selalu datang.”
“Mungkin sakit!” jawab Mama.
“Ih, iya, siapa tahu, ya, Ma? Kalau begitu nanti sore aku ingin menengoknya!” katanya bersemangat
Sudah tiga kali pintu rumah Momon diketuk Iwan. Tapi lama tak ada yang membuka. Kemudian Iwan menanyakan ke tetangga sebelah rumah Momon. Ia mendapat keterangan bahwa momon sudah dua minggu ikut orang tuanya pulang ke desa. Menurut kabar, bapak Momon di-PHK dari pekerjaannya. Rencananya mereka akan menjadi petani saja. Meskipun akhirnya mengorbankan kepentingan Momon. Terpaksa Momon tidak bisa melanjutkan sekolah lagi.
“Oh, kasihan Momon,” ucapnya dalam hati,
Di rumah Iwan tampak melamun. Ia memikirkan nasib sahabatnya itu. Setiap pulang sekolah ia selalu murung.
“Ada apa, Wan? Kamu seperti tampak lesu. Tidak seperti biasa. Kalau pulang sekolah selalu tegar dan ceria!” Papa menegur
“Momon, Pa.”
“Memangnya kenapa dengan sahabatmu itu. Sakitkah ia?”
Iwan menggeleng.
“Lantas!” Papa penasaran ingin tahu.
“Momon sekarang sudah pindah rumah. Kata tetangganya ia ikut orang tuanya pulang ke desa. Kabarnya bapaknya di-PHK. Mereka katanya ingin menjadi petani saja”.
Papa menatap wajah Iwan tampak tertegun seperti kurang percaya dengan omongan Iwan.
“Kalau Papa tidak percaya, Tanya, deh, ke Pak RT atau ke tetangga sebelah!” ujarnya.
“Lalu apa rencana kamu?”
“Aku harap Papa bisa menolong Momon!”
“Maksudmu?”
“Saya ingin Momon bisa berkumpul kembali dengan aku!” Iwan memohon dengan agak mendesak.
“Baiklah kalau begitu. Tapi, kamu harus mencari alamat Momon di desa itu!” kata Papa.
Dua hari kemudian Iwan baru berhasil memperoleh alamat rumah Momon di desa. Ia merasa senang. Ini karena berkat pertolongan pemilik rumah yang pernah dikontrak keluarga Momon.
Kemudian Iwan bersama Papa datang ke rumah Momon di wilayah Kadipaten. Namun lokasi rumahnya masih masuk ke dalam. Bisa di tempuh dengan jalan kaki dua kilometer. Kedatangan kami disambut orang tua Momon dan Momon sendiri. Betapa gembira hati Momon ketika bertemu dengan Iwan. Mereka berpelukan cukup lama untuk melepas rasa rindu.
Semula Momon agak kaget dengan kedatangan Iwan secara mendadak. Soalnya ia tidak memberi tahu lebih dulu kalau Iwan inginberkunjung ke rumah Momon di desa.
“Sorry, ya, Wan. Aku tak sempat memberi tahu kamu!”
“Ah, tidak apa-apa. Yang penting aku merasa gembira. Karena kita bisa berjumpa kembali!”
Setelah omong-omong cukup lama, Papa menjelaskan tujuan kedatangannya kepada orang tua Momon. Ternyata orang tua Momon tidak keberatan, dan menyerahkan segala keputusan kepada Momon sendiri.
“Begini, Mon, kedatangan kami kemari, ingin mengajak kamu agar mau ikut kami ke Bandung. Kami menganggap kamu itu sudah seperti keluarga kami sendiri. Gimana Mon, apakah kamu mau?” Tanya Papa.
“Soal sekolah kamu,” lanjut Papa, “kamu tak usah khawatir. Segala biaya pendidikan kamu saya yang akan menanggung.”
“Baiklah kalau memang Bapak dan Iwan menghendaki demikian, saya bersedia. Saya mengucapkan banyak terima kasih atas kebaikan Bapak yang mau membantu saya.”
Kemudian Iwan bangkit dari tempat duduk lalu mendekat memeluk Momon. Tampak mata Iwan berkaca-kaca. Karena merasa bahagia.Akhirnya mereka dapat berkumpul kembali. Ternyata mereka adalah sahabat sejati yang tak terpisahkan.
Kini Momon tinggal di rumah Iwan. Sementara orang tuanya tetap di desa. Selain mengerjakan sawah, mereka juga merawat nenek Momon yang sudah tua



SAJAK

BERBURU ke padang datar Dapat rusa belang kaki Berguru kepala ajar Ibarat bunga kembang tak jadi (dedikasi kepada Hari Guru dan guruku tercinta)
Dialah pemberi paling setia Tiap akar ilmu miliknya Pelita dan lampu segala Untuk manusia sebelum jadi dewasa.Dialah ibu dialah bapa juga sahabat Alur kesetiaan mengalirkan nasihat Pemimpin yang ditauliahkan segala umat Seribu tahun katanya menjadi hikmat.Jika hari ini seorang Perdana Menteri berkuasa Jika hari ini seorang Raja menaiki takhta Jika hari ini seorang Presiden sebuah negara Jika hari ini seorang ulama yang mulia Jika hari ini seorang peguam menang bicara Jika hari ini seorang penulis terkemuka Jika hari ini siapa sahaja menjadi dewasa; Sejarahnya dimulakan oleh seorang guru biasa Dengan lembut sabarnya mengajar tulis-baca.Di mana-mana dia berdiri di muka muridnya Di sebuah sekolah mewah di Ibu Kota Di bangunan tua sekolah Hulu Terengganu Dia adalah guru mewakili seribu buku; Semakin terpencil duduknya di ceruk desa Semakin bererti tugasnya kepada negara. Jadilah apa pun pada akhir kehidupanmu, guruku Budi yang diapungkan di dulangi ilmu Panggilan keramat "cikgu" kekal terpahat Menjadi kenangan ke akhir hayat.USMAN AWANG 1979


BAHAN TATABAHASA

Pengimbuhan

Proses pengimbuhan ialah proses merangkaikan imbuhan kepada kada dasar untuk menerbitkan perkataan yang berlainan makna serta fungsi nahunya.
Dalam bahasa Melayu, imbuhan terdiri daripada morfem terikat yang dirangkaikan kepada kata dasar.
Imbuhan tergolong dala empat jenis, iaitu awalan, akhiran, apitan dan sisipan.

Imbuhan Kata Nama
Kata nama menerima keempat-empat jenis imbuhan - awalan, akhiran, apitan dan sisipan.
Contoh imbuhan pada awalan ayat
Awalan
Varian
Contoh perkataan
contoh penggunaan
ke-
ke
kerabat, ketladak, kekasih
Kerabat diraja itu makan di warung sahaja.
maksud awalan ke- menjadi penanda orang atau benda dengan memberi tumpuan kepada maksud yang terkandung dalam kata dasar. Kata nama yang diterbitkan mungkin konkrit atau bastrak
peN-
pe-
pewangi, peragut, pesalah
Orang ramai membelasah peragut rantai itu sehingga pengsan.

pem-
pemfatwa, pemproses, pemberontak
Mesin pemproses sawit itu mahal harganya.

pen-
pensyarah, penswastaan, penagih, pendapat
Pensyarah itu keletihan kerana menyampaikan lima kuliah sehari

peng-
pengkritik, pengamal, pengkhianat, pengacau, pengaudit, penghantar, pengasuh
Pengacau itu menggangu pengasuh kanak-kanak setiap hari.

penge-
pengecualian, pengeluar, pengesan, pengebom
Pengebom berani mati itu terkorban akibat perbuatan sendiri

pel-
pelabur, pelajar, pelayar, pelampau, pelakon
Pelabur diingatkan supaya menyemak nombor kad pengenalan sebelum mengisi borang.
peR-
per
pertapa
Pertapa itu menghabiskan masa enam purnama untuk menghabiskan zikirnya.
juru-
juru-
jurutaip, jururunding, jurubahasa
Semua tugas diserahkan kepada jurutaip, sehingga akhirnya dia meletakkan jawatan.
dwi-(menunjukkan bilangan dua bagi kata dasar)
dwi-
dwibahasa, dwifungsi, dwiedaran
Majalah itu diterbitkan dalam dwibahasa iaitu Tamil dan Inggeris.
eka-(menunjukkan bilangan satu, kadangkala dirujuk juga adi-)
eka-
ekabahasa, ekakaum, ekafungsi
Pengunaan ekabahasa belum tentu menjamin perpaduan negara
pasca-(dirujuk kepada `selepas')
pasca-
pascasiswazah
Pengajian pascasiswazah merujuk kepada bidang-bidang sarjana dan kedoktoran.
pra-(menunjukkan makna `sebelum')
pra-
prasejarah, prakemerdekaan
Ahli arekologi itu menggali tulang-temulang manusia prasejarah.
swa-menunjukkan maksud `sendiri')
swa-
swalayan, swamodal, swakarya
Pelanggan mengambil sendiri makanan di restoranswalayan itu.

Contoh imbuhan pada akhiran ayat
Akhiran
contoh perkataan
-man (menunjukkan sifat perkara - samada orang atau benda- yang dirujuk)
seniman, budiman
-wan (perkara yang dirujuk adalah ahli dalam bidangnya)
olahragawan, usahawan
-wati (menunjukkan wanita yang ahll dalam bidangnya)
pragawati, olahragawati
-an
pakaian, kudapan, senaman, latihan, kenalan, jualan

Contoh imbuhan pada apitan ayat
Apitan
contoh perkataan
ke....an
kezaliman, kesenangan
pe...an
peranan, pesisiran, pelancongan, pekarangan, peperangan
peN...an
penyusunan, pengurangan

Contoh imbuhan sisipan pada ayat
sisipan
contoh perkataan
-el-
telunjuk, kelengkeng, kelabut
-er-
keruping, seruling, serabut
-em-
kemuning, kemuncup, kemelut



Golongan kata adjektif

Kata adjektif (KA) ialah kata yang menjadi inti dalam frasa adjektif seperti manis sekali, sudah lama sungguh, masih lebat lagi (kata yang menjadi inti frasa digariskan di bawahnya).
Kata-kata dalam golongan kata adjektif menerangkan keadaan atau sifat sesuatu nama atau frasa nama. Kata adjektif boleh dikenali jika kata berkenaan didahului oleh kata penguat seperti amat, sangat, sungguh, sekali, paling, agak, benar.
Kata adjektif boleh dibahagikan kepada sembilan subgolongan.

Jenis
Contoh
Sifat
Baik, cerdik, berani. Lemah, kukuh, kemas, kejap, secantik, terkuat
warna
Merah, jingga, ungu, putih, kuning langsat
ukuran
Pendek, panjang, tebal, nipis, dalam, besar, sebesar, terpanjang, ternipis
bentuk
Bulat, bujur, leper, empat segi, lonjong.
waktu
Lama, lambat, lewat, segera, suntuk, lampau, lalu, silam.
jarak
Dekat, hampir, jauh
cara
Selalu, jarang, kadang-kadang, kerap, lambat, deras, laju, jelas, muram, lincah.
Pancaindera
-          rasa
-          pandang
-          dengar
-          bau
-          sentuh
Sedap, lzat, manis,pahit, lemak, pedas, payau
Buruk, hodoh, jelita, cantik
Bising, senyap
Busuk, wangi, hangit, hapak
Kesat, kasar, lembab, halus, licin
Adjektif perasaan
Takut, seram, benci, rindu, marah, senang, gembira.


BIDANG LAIN

KESIHATAN


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjX3frNBVdEQatFod5Mp1D0NjwnSgavIHAWbvnEKqchkV2p6kyfbG1AxWj98hY3FWQvmnEfS7DF9Hb46PTdhHoFLNCnANmUKtS14UQryzqqQvHqvZLQhxU6ONDe4Dbx0dNhOEngRmHNXoQ/s320/r.htm
Makan untuk kesihatan berpandukan Piramid Makanan

Apakah Piramid Makanan?

Piramid makanan merupakan panduan bagi memilih makanan secara sihat. Makanan yang
dimakan seharian perlu diambil paling banyak daripada kumpulan makanan di bahagian palingbawah Piramid, dan paling sedikit daripada kumpulan makanan di bahagian paling atas. PiramidMakanan mengandungi makanan yang dibahagikan kepada lima kumpulan berasaskan kepadakandungan zat dan fungsinya.


ARAS 1
Bijirin, Hasil Bijirin dan Ubi-ubian

Aras 1 Piramid Makanan mengandungi kumpulan makanan yang kaya dengan karbohidrat
kompleks, yang merupakan sumber tenaga yang utama. Makanan ini juga membekalkan vitamin,mineral, serat dan sedikit protein. Di dalam setiap hidangan, makanan daripada kumpulan iniperlu diambil paling banyak.
Contoh makanan bagi kumpulan ini adalah nasi, bubur, mi, mihun,
roti, pasta, bijirin sarapan, capati, thosai, biskut, dan ubi keledek, keladi dan kentang.



ARAS 2
Sayur-sayuran dan Buah-buahan

Sayur-sayuran dan buah-buahan terletak di Aras 2 Piramid Makanan. Makanan ini kaya denganvitamin, mineral dan serat. Makanlah buah-buahan dan sayur-sayuran dengan banyak, dan pelbagaikan pilihan di dalam setiap hidangan.


ARAS 3
Daging, Ayam, Ikan dan Kekacang

Daging, ayam, ikan dan kekacang terletak di Aras 3 Piramid Makanan. Makanan ini kaya dengan protein, vitamin B, zat besi, zink dan magnesium. Pilihlah daging rendah lemak dan buang semua lemak yang kelihatan pada daging dan ayam. Sekali sekala tukarkan penggunaan daging dengan kekacang, kerana ianya rendah lemak dan kaya dengan serat.
 
Contoh kekacang adalah kacang soya dan hasilnya (seperti tauhu dan tempe), kacang dhal dan kacang merah.


Hasil Tenusu
Hasil tenusu juga terletak di Aras 3 Piramid. Contoh hasil tenusu ialah susu, keju dan dadih. Makanan ini kaya dengan protein, kalsium dan biasanya diperkaya dengan vitamin D. Plihlah hasil tenusu rendah lemak.
 


ARAS 4
Lemak, Minyak dan Gula
Lemak, minyak dan gula, juga makanan yang kaya dengan bahan ini terletak di Aras 4 Piramid.
Ini menunjukkan hanya sedikit sahaja makanan daripada kumpulan ini yang perlu dimakan

No comments:

Post a Comment